Tags

Suatu sore seorang anak gadis berkata pada ibunya, “Ibu, ibu selalu terlihat cantik. Aku ingin sepertimu. Beritahulah aku caranya.”

Dengan tatapan lembut & senyum haru, sang ibu menjawab,
“Untuk bibir yang menarik, ucapkanlah perkataan yang baik.
Untuk lesung di pipi, tebarkanlah senyum ikhlas kepada siapa pun.
Untuk mata yang indah menawan, lihatlah selalu kebaikan orang lain.
Untuk tubuh yang langsing, sisihkanlah makanan untuk fakir miskin.
Untuk jemari tangan yang lentik menawan, hitunglah kebajikan yang telah diperbuat orang lain kepadamu.
Untuk wajah putih bercahaya, bersihkanlah kotoran batin.
Anakku, janganlah mendambakan atau membanggakan akan kecantikan fisik, karena itu akan pudar oleh waktu.
Kecantikan perilaku tidak akan pudar, walaupun oleh kematian.
Janganlah dandan berlebihan, karena itu hanya dilakukan oleh mereka yang tidak percaya diri.”

”Jika kamu BENAR, maka kamu tidak perlu marah. Jika kamu SALAH, maka kamu tidak berhak marah.”

”Kesabaran dengan keluarga adalah KASIH.
Kesabaran dengan orang lain adalah HORMAT.
Kesabaran dengan diri sendiri adalah KEYAKINAN.
Kesabaran dengan TUHAN adalah IMAN.”

”Jangan terlalu mengingat masa lalu, karena itu akan membawa AIR MATA.
Jangan terlalu memikirkan masa depan, karena itu akan mendatangkan KETAKUTAN.
Jalani hidup saat ini dengan senyum, karena hal itu akan membawa KECERIAAN!”

”Setiap ujian dalam hidup ini bisa membuat kamu merasa pedih atau menjadi lebih baik.
Setiap masalah yang timbul bisa menguatkan atau menghancurkan dirimu.
Pilihan ada di tanganmu, apakah kamu akan memilih menjadi korban atau pemenang.”

”Carilah hati yang indah, bukan wajah yang cantik. Hal-hal yang indah tidak selalu baik, tapi hal-hal yang baik akan selalu indah.”

”Tahukah kamu, mengapa TUHAN menciptakan ruang antar jari tanganmu?
Agar seseorang, yang menurutmu spesial, dapat datang dan mengisi ruang tersebut, dengan memegang tanganmu selamanya.‎​‎​‎​‎​”

Selamat berjuang menyemai dan menanam bibit-bibit kebajikan.

Ira Oei

Diedit dari artikel kiriman Endro Widagdo